Perencanaan Supply-Demand

6. Supply-Demand PlanningIstilah supply-demand sudah sering kita dengar. Untuk produk komoditas seperti daging sapi dan bawang, ketidakseimbangan perencanaan supply-demand dapat dengan mudah mengubah harga di pasar. Dalam kondisi di mana demand lebih besar daripada supply, maka produk akan menjadi langka di pasar. Sehingga muncul kepanikan jika produk akan habis (out of stock). Dalam kondisi seperti inilah akan muncul ketidakstabilan harga.

Untuk produk jadi, ketidakseimbangan perencanaan supply-demand dapat mengakibatkan kerugian dan penurunan pendapatan bagi perusahaan. Dalam kondisi demand lebih besar daripada supply, maka dapat terjadi kondisi out of stock (OOS) sehingga kerugian muncul dari hilangnya kesempatan untuk menjual produk. Sebaliknya, dalam kondisi supply lebih besar daripada demand, perusahaan juga mengalami kerugian dari biaya inventory yang besar dan kemungkinan produk kedaluwarsa sehingga tidak bisa dijual. Untuk itu, perencanaan supply-demand yang baik akan meningkatkan keuntungan perusahaan dari efisiensi biaya yang seharusnya tidak menjadi beban perusahaan.

Ada dua entitas penting yang berperan dalam perencanaan supply-demand, yaitu supplier (produsen) dan seller (penjual). Aliran produk akan mengalir dari supplier menuju ke seller. Namun, untuk aliran proses perencanaan supply-demand, data akan mengalir terbalik dari seller menuju ke supplier.

Banyak perusahaan beranggapan bahwa perencanaan supply-demand selalu dimulai dari supply. Hal ini mengakibatkan seller hanya menjual produk sesuai dengan kemampuan supplier menyediakan supply produk. Dalam kondisi demand lebih besar daripada supply, maka akan terjadi kondisi OOS. Namun dalam kondisi supply lebih besar daripada demand, maka produk akan menumpuk menantikan peningkatan demand pembeli. Jika perencanaan dimulai dari supply, maka informasi demand akan muncul setelah terjadi kejadian seperti kurangnya supply atau menumpuknya supply. Tidak terdapat kemampuan perusahaan untuk memprediksi kondisi keseimbangan supply-demand ke depan.

Bagi perusahaan yang melakukan perencanaan yang dimulai dari demand, maka perusahaan akan menyediakan supply yang akurat untuk memenuhi kebutuhan demand. Kondisi kehabisan stok dan kondisi kelebihan stok dapat dihindari karena demand yang sudah diprediksi akan menyesuaikan jumlah supply yang dipasok. Karena itu perencanaan supply-demand yang dimulai dari demand lebih disarankan.

Walaupun perencanaan supply-demand yang dimulai dari demand memberikan banyak keuntungan, namun tidak mudah untuk mendapatkan angka demand. Cara untuk mendapatkan angka demand lebih rumit daripada cara mendapatkan angka supply. Salah satu cara yang paling gampang untuk mendapatkan angka supply adalah dengan mengetahui kapasitas produksi supplier. Semakin besar kapasitas supplier, maka semakin besar pula supply yang dapat dikirim oleh supplier. Sedangkan untuk mendapatkan angka demand, perusahaan harus melakukan forecasting atau peramalan. Di sinilah tantangannya bagaimana perusahaan untuk mendapatkan data forecast demand yang akurat. Ada beberapa cara untuk melakukan forecasting demand yang akurat. Cara ini dibahas lebih detail dalam ilmu manajemen yang disebut Demand Management.

Oleh karena itu, untuk menghindari kondisi supply-demand yang tidak seimbang, maka perlu dilakukan perencanaan supply-demand yang selalu dimulai dari perencanaan demand. Perencanaan yang mendahulukan demand dalam menentukan jumlah supply akan menghasilkan kondisi supply-demand yang lebih seimbang daripada penyediaan supply tanpa mendahulukan demand.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *