OTIF (On Time In Full)

10 OTIFPertanyaan: Saya mempunyai pertanyaan untuk bapak. Saya adalah produsen. Saya suplai barang produksi saya ke beberapa pelanggan. Barang diambil oleh pelanggan ke pabrik saya menggunakan kendaraan mereka. Namun, karena kapasitas gudang yang terbatas, barang saya tidak muat lagi di dalam gudang sampai saya letakkan di luar gudang menunggu untuk diambil. Kendalanya karena kendaraan selalu telat datang. Produksi barang juga sampai dihentikan karena gudang penuh dan kendaraan selalu telat. Bagaimana solusinya? Ibu VN

Jawaban: Pertanyaan yang bagus sekali. Saya dapat mengetahui bahwa ibu pasti sudah beberapa kali komplen agar kendaraan melakukan pengambilan barang secara tepat waktu namun bentuk kerjasama bisnis tidak fleksible berubah dari pengambilan barang menjadi pengiriman barang. Situasi berulang ini tentunya berpengaruh langsung terhadap performa produksi sehingga dikatakan pabrik berhenti produksi karena gudang melebihi kapasitas yang dikarenakan waktu tempuh (lead time) pengambilan barang yang tidak dapat diprediksi. Jika lead time pengambilan barang dapat dikontrol, maka performansi pengambilan barang dapat meningkat.

Saya tawarkan solusi efektif menggunakan pendekatan performansi kerja untuk meningkatkan kepastian lead time pengambilan barang tanpa perlu mengubah bentuk kerjasama bisnis yang berjalan selama ini. Solusi tersebut adalah dengan menggunakan pengukuran terhadap performansi pengambilan barang. Salah satu alat ukur yang biasa digunakan adalah OTIF (On Time In Full). OTIF mengukur kinerja pengambilan atau pengiriman barang secara utuh (In Full) dan tepat waktu (On Time). Cara menggunakannya cukup sederhana yaitu dengan menghitung rata-rata persentase pengambilan barang yang utuh dan tepat waktu. Pengambilan yang dikategorikan OTIF adalah hanya pengambilan yang utuh dan tepat waktu saja. Jika pengambilan tidak utuh atau tidak tepat waktu, maka tidak dihitung di dalam persentase OTIF.

OTIF atau DIFOT (Delivery In Full, On Time) adalah alat ukur performansi pangambilan barang atau pengiriman barang yang populer di dalam dunia Supply Chain. Untuk menerapkan alat ukur ini, tentukan definisi rentang waktu yang dikategorikan tepat waktu (On Time). Tentukan target nilai persentase OTIF minimal dan kemudian komunikasikan kepada pelanggan. Besarnya performansi OTIF minimal tergantung dari kesepakatan antara pihak supplier dan customer. Biasanya, performansi OTIF yang diharapkan tidak dibawah 90%. Tentukan juga seberapa rutin pengukuran ini dilakukan. Biasanya performansi OTIF dihitung per bulan. Buatlah kesepakatan mengenai tindakan lanjutan terhadap performansi OTIF. Tentukan tingkat kompensasi terhadap rendahnya performansi OTIF mulai dari teguran, peringatan tertulis, kompensasi biaya gudang, sampai dengan penggantian SDM dan juga tentukan bonus jika performansi OTIF jauh melebihi harapan. Namun perlu diketahui juga bahwa performa OTIF dapat menurun karena keterlambatan di sisi produksi sehingga barang tidak utuh (In Full).

Dengan menerapkan alat ukur performansi OTIF, maka tingkat kepastian waktu tempuh pengambilan barang dapat ditingkatkan. Semoga dengan menerapkan pengukuran performansi OTIF, kedatangan kendaraan tidak telat lagi. Semoga menjawab.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *