Miss Indonesia Tingkatkan Demand Pariwisata Kalbar?

Miss Indonesia 01
Terpilihnya Vania Larissa, gadis cantik perwakilan Kalimantan Barat, sebagai Miss Indonesia 2013 jelas membanggakan Kalbar. Miss Indonesia ini pun akan maju ke ajang bergengsi Miss World yang akan digelar September mendatang di Bali. Tentu saja momentum ini sangat baik digunakan sebagai sarana promosi pariwisata Kalbar ke seluruh Indonesia, bahkan ke dunia internasional.

Miss Indonesia dipilih dari 33 kandidat terbaik masing-masing provinsi yang ada di Indonesia. Kemenangan Vania membuktikan bahwa Kalbar memiliki sumber daya manusia terbaik di ajang pemilihan Miss Indonesia. Momentum ini juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan bahwa Kalbar juga memiliki sumber daya alam pariwisata yang menarik.

Namun, apakah momentum Miss Indonesia asal Kalbar ini dapat dipergunakan untuk meningkatkan demand (permintaan) akan pariwisata Kalbar?

Miss Indonesia 02

Tingkatkan demand pariwisata dengan demand management

Dalam dunia perdagangan, demand dapat diartikan sebagai permintaan konsumen. Dalam dunia pariwisata, kita dapat mendefinisikan demand sebagai turis.

Demand diklasifikasikan menjadi dua macam demand, yaitu dependent demand dan independent demand.

Dependent demand, dalam konteks pariwisata Kalbar, adalah turis yang sudah mengenal Kalbar. Jika mereka berkunjung ke Kalbar, mereka sudah tahu tempat pariwisata mana yang mereka akan tuju.

Katakanlah, acara Capgome yang diadakan Singkawang dan Pontianak. Baik turis lokal maupun internasional datang ke Kalbar untuk melihat pertunjukan tatung di Singkawang dan naga bersinar di Pontianak. Para dependent demand sudah merencanakan perjalanannya untuk menghadiri acara internasional ini.

Sementara, independent demand adalah calon turis yang mempunyai potensi untuk mengenal Kalbar dan berminat untuk datang menjadi turis ke Kalbar. Mereka tidak tahu jika Singkawang mempunyai acara Capgome yang meriah di Singkawang.

Tantangannya, bagaimana mengubah independent demand ini menjadi dependent demand sehingga total demand pariwisata Kalbar meningkat.

Ada dua cara untuk mengubah independent demand menjadi dependent demand, yaitu Above The Line (ATL) dan Below The Line (BTL).

ATL adalah dengan menyiram informasi satu arah dari atas kepada masyarakat mengenai pariwisata Kalbar seperti menggunakan TV, radio, baliho, dan media cetak. Saat ini, pemberitaan Miss Indonesia asal Kalbar adalah ATL gratis bagi pariwisata Kalbar, walaupun secara tidak langsung.

BTL adalah dengan mengadakan acara yang dekat dengan masyarakat, seperti pertunjukan kesenian dan pameran pariwisata. BTL akan lebih efektif jika diadakan di lokasi yang mempunyai independent demand pariwisata melimpah.

Vania bisa saja dimunculkan di baliho Bandara Supadio untuk mempromosikan Monumen Khatulistiwa. Vania juga dapat muncul di surat kabar untuk mempromosikan wisata Taman Nasional Gunung Palung, Cagar Alam Bukit Kelam, Taman Nasional Danau Sentarum, dan Pantai Pasir Panjang. Vania juga dapat muncul di televisi untuk bercerita mengenai Keraton Pontianak, Rumah Betang, dan Sungai Kapuas. Cara-cara tersebut, tentu saja, dapat meningkatkan demand pariwisata Kalbar.

Selamat untuk Vania sebagai Miss Indonesia dan semoga sukses di ajang Miss World. Semoga demand pariwisata Kalbar dapat meningkat dengan kehadiran Miss Indonesia asal Kalimantan Barat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *