Ketahui Posisi Inventory Customer

8. Customer InventoryPerlukah perusahaan mengetahui inventory customer? Beberapa perusahaan mengatakan bahwa mengetahui posisi inventory customer itu tidak penting, yang penting adalah penjualan barang ke customer. Penjualan barang ke customer memang penting karena secara langsung memengaruhi pendapatan perusahaan. Namun penjualan berlebihan yang mengakibatkan posisi inventory customer membengkak akan membuat customer berhenti untuk melakukan pembelian sampai dengan posisi inventory customer menjadi normal. Juga posisi inventory customer yang kosong akan mengakibatkan pembelian yang lebih banyak dari biasanya untuk mengisi kekosongan inventory customer. Jika perusahaan tidak memiliki posisi stok yang mencukupi, maka potensi kehabisan barang akan dengan mudah terjadi. Oleh karena itu perusahaan patut mengetahui inventory customer.

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas perbedaan antara consumer dan customer. Consumer (konsumen) adalah pembeli yang langsung menggunakan produk dan tidak menjualnya kembali. Posisi inventory consumer tidak perlu dimonitor karena consumer cenderung tidak memiliki inventory. Sedangkan customer adalah channel partners (rekanan) dari perusahaan seperti distributor, wholesaler, agent, dealer, reseller, dan sebagainya. Customer membeli produk untuk dijual kembali dengan marjin keuntungan yang disepakati. Rekanan yang disebut sebagai customer adalah rekanan yang melakukan transaksi langsung kepada perusahaan kita. Posisi inventory rekanan inilah yang perlu dimonitor.

Perusahaan tidak perlu mengetahui posisi inventory customer setiap hari. Posisi inventory customer yang perlu diketahui adalah posisi pada akhir bulan atau posisi pada awal bulan. Dari posisi inventory customer tersebut, perusahaan dapat melakukan analisis terhadap potensi penjualan di bulan berjalan dan tren penjualan di bulan berikutnya. Keuntungan bagi perusahaan adalah perusahaan dapat melakukan perencanaan penjualan yang akurat dan juga dapat menyediakan suplai yang cukup untuk customer. Keuntungan bagi customer adalah customer dapat meminimalisasi potensi kelebihan dan kekurangan barang.

Apakah akan sulit untuk mendapatkan data inventory customer? Bagi beberapa customer besar yang mengelola ribuan produk, mereka mengadopsi sistem yang disebut VMI (Vendor Managed Inventory). Sistem VMI menyerahkan tanggung jawab pengelolaan inventory customer kepada supplier atau vendor sesuai dengan kesepakatan. Sistem VMI mengatur agar inventory customer tidak akan berlebihan dan juga tidak akan kosong. Proses order akan secara otomatis diatur oleh sistem VMI. Customer tidak akan melakukan order saat inventory berlebihan dan akan melakukan order lebih pada saat inventory kosong untuk memenuhi inventory. Penjualan dari supplier ke customer diatur oleh sistem VMI. Juga, fokus customer akan lebih terarah ke sisi penjualan mereka. Oleh karena itu, supplier yang mengetahui data inventory customer justru akan membantu meningkatkan performansi bisnis. Namun, perlu diketahui investasi system VMI ini tidaklah murah.

Sesuai dengan kebutuhan, perusahaan dapat memilih menggunakan proses automasi system VMI yang canggih atau proses perencanaan penjualan secara manual yang melibatkan posisi inventory customer. Dengan mengetahui posisi inventory customer, maka perusahaan akan dapat melakukan perencanaan penjualan yang lebih akurat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *