Beda Logistik dan Supply Chain Management

9. Logistic VS Supply Chain ManagementPertanyaan: Saya mengikuti tulisan bapak setiap minggunya yang selalu mencantumkan Supply Chain Management. Saya bekerja di perusahaan yang tidak mempunyai bagian Supply Chain. Saya bekerja di bagian logistik yang ruang lingkupnya mengurus gudang dan inventory. Dalam beberapa tulisan sempat bapak singgung bahwa pekerjaan yang saya lakukan adalah bagian dari Supply Chain. Pertanyaan saya apakah Logistik dan Supply Chain itu sama? – Ibu DAP

Jawaban: Pertanyaan yang bagus sekali. Setiap perusahaan memang terkadang mempunyai nama bagian atau departemen yang berbeda. Namun, Supply Chain dan Logistik mempunyai perbedaan prinsip yang mendasar. Secara singkat, logistik adalah bagian dari Supply Chain.

Dilihat dari kegiatannya, logistik meliputi kegiatan seperti pergudangan (warehouse), distribusi barang (distribution), transportasi barang (freight transportation), dan pengelolaan pesanan (sales order processing). Sementara, Supply Chain meliputi kegiatan Logistik diatas, ditambah dengan beberapa kegiatan lagi seperti pembelian (Purchasing), pengadaan (Procurement), perencanaan kapasitas produksi (capacity planning), perencanaan pasokan (supply planning), dan perencanaan kebutuhan (forecast demand). Kegiatan yang terpenting dalam Supply Chain adalah bagaimana cara untuk menyeimbangkan Supply dan Demand.

Sehingga, berdasarkan kegiatan yang dilakukan diatas, secara organisasi, seorang direktur supply chain biasanya akan membawahi bagian pengadaan (procurement), bagian logistik, bagian perencanaan pasokan (Supply Planning), bagian pengelolaan pesanan (Customer Order), dan bagian perencanaan penjualan (Demand Planning).

Dilihat dari sisi system informasi yang biasanya diimplementasikan, bagian logistik biasanya mempunyai system informasi yang disebut WMS (Warehouse Management System) yang meliputi kegiatan pengelolaan gudang, penjadwalan transportasi, dan pengelolaan keluar masuk barang (inbound-outbound). Di cakupan yang lebih besar, Supply Chain biasanya melibatkan system informasi yang dinamakan ERP (Enterprise Resource Planning) yang meliputi berbagai kegiatan perencanaan mulai dari perencanaan material, penjadwalan produksi, perencanaan inventory, sampai dengan perencanaan penjualan. Karena banyaknya cakupan kegiatan perencanaan yang ada di dalam sistem informasi ERP, maka system informasi ini biasanya dipecah dalam beberapa modul. Untuk mengadopsi keseluruhan modul ERP tentu menyerap investasi yang sangat besar, sehingga banyak perusahaan memilih hanya membeli modul-modul tertentu yang dianggap perlu. Modul WMS biasanya merupakan salah satu bagian dari modul-modul ERP.

Jadi, berbicara mengenai supply chain management, maka kita berbicara mengenai manajemen rantai pasokan (supply) mulai dari hulu sampai ke hilir untuk memenuhi kebutuhan (demand) dimana logistik merupakan bagian di dalamnya. Semoga jawaban saya bermanfaat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *